Pembangunan Jaringan Irigasi Look Guci. Foto Dok Kementerian PUPR.
Aceh Barat (Aentenews) - Bupati Aceh Barat, Tarmizi kembali menjumpai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR untuk mengusulkan kelanjutan pembangunan Irigasi Lhok Guci yang membutuhkan anggaran sebesar 2,5 triliun.
“Untuk Irigasi Lhok guci butuh Rp 2,5 triliun lagi, sedangkan kolam retensi butuh anggaran sekitar Rp 300 miliar,” Kata Bupati Tarmizi saat pertemuan dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta Jumat (24/7/2026).
Bupati tarmizi mengatakan, kendala saat ini selain kendala teknis, Kementrian PU juga mengalami efisiensi anggaran, sehingga kami mendiskusikan solusi cepat dengan skema anggaran dari LOAN (Pinjaman Luar Negeri) oleh pemerintah pusat.
Dalam waktu dekat kata dia, Kementrian PU akan duduk dengan Bappenas untuk membahas hal teknis terkait kendala tersebut.
Pada pertemuan tersebut, kata Bupati Tarmizi, Dirjen SDA Mayjen Arnold juga turut mengikut sertakan sejumlah Direktur dan Kepala Balai. “Usulan kami terkait lanjutan pembangunan Irigasi Lhok Guci, pembangunan Irigasi Sekunder dan Tersier, pengaman tebing sungai, kolam retensi, juga jalan dan jembatan.
“Alhamdulillah tahun 2026 dapat anggaran dari Dirjen SDA sebesar Rp 25 miliar untuk pengaman tebing, irigasi sekunder dan tersier. Untuk Irigasi Lhok Guci masih sedang didiskusikan besaran anggaran tahun ini, sementara tahun 2025 yang lalu dapat Rp 35 miliar,” tambahnya.