Upaya pemadaman karhutla masih di antaranya keterbatasan sumber air serta kondisi angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar. Dalam operasi penanganan ini, BPBD Aceh Barat mengerahkan satu unit kendaraan D-Max, satu unit Panther Pick Up, dua unit mesin air beserta selang pemadam. Penanganan juga melibatkan personel BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Meureubo, Damkar Pos Woyla, Damkar Pos Arongan, TNI, Polri, masyarakat, serta UKM PK Universitas Teuku Umar yang bekerja sama mengendalikan kebakaran di sejumlah titik.
Selain itu, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Foto Dok BPBD Aceh Barat.
Operasi menggunakan pesawat Cessna C208 PK-SNM milik PT Smart Cakrawala Aviation berlangsung sesuai rencana penerbangan mulai pukul 18.10 WIB hingga 20.10 WIB. Misi tersebut dipimpin oleh Capt. Meilda dan First Officer Dariel, didampingi Flight Scientist Fadli dan Arsyad.
Pada pelaksanaan sortie pertama, pesawat melakukan penyemaian bahan semai berupa 1.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di wilayah udara Aceh Barat pada ketinggian 8.000 hingga 12.000
BPBD Aceh Barat juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung upaya penanggulangan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin melalui sinergi seluruh pihak.
Aentenews by Ampelsa.