Maka dari itu kata dia, Pemkab Aceh Barat menyambut baik upaya nyata yang dilakukan oleh Universitas Teuku Umar (UU) dalam mengembangkan inovasi melalui dashboard gizi yang terintegrasi dengan sistem early warning gizi (EWS) pada 1000 hari pertama kehidupan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan akan terbentuk sinergi yang kuat antara pemda,fasilitas Pelayanan Kesehatan, pemerintah gampong, perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan stunting yang lebih responsif, berbasis teknologi dan berkelanjutan,” ujar Said.
Dia juga berpesan kepada seluruh peserta khususnya para tenaga kesehatan di masing – masing Puskesmas untuk benar – benar memperhatikan dan menyimak pemaparan yang akan disampaikan oleh narasumber dan tim peneliti, agar langkah penanganan risiko stunting di Aceh Barat dapat berjalan optimal.//Aentenews by RIO.