aceh-barat

Syeh Muharram ajak warga jaga bahasa Aceh, ini tujuannya

Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:49 WIB


Jantho, Aceh Besar (Aentenews) - Bupati Aceh Besar Muharram Idris, sapaan akrab Syeh Muharram, mengajak masyarakat khususnya di daerah yang dipimpinnya agar menjaga bahasa Aceh sebagai salah satu alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.


“Bahasa Aceh harus terus kita jaga. Generasi yang ideal adalah yang mampu memahami dan menggunakan bahasa daerahnya sekaligus bahasa Indonesia. Ini penting agar jati diri kita sebagai rakyat Aceh tidak hilang,” katanya saat peluncuran Galeri Budaya Aceh di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (2/5).


Bupati mengingatkan bangsa yang melupakan budaya dan bahasanya akan kehilangan jati diri. Karenanya ia mengajak seluruh elemen masyarakat  bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh, termasuk bahasa.


“Kita harus kembali memperkuat jati diri sebagai orang Aceh. Nenek moyang kita adalah generasi yang tangguh, dan itu harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini,” tambahnya.


Peluncuran situs web Galeri Budaya Aceh ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam upaya digitalisasi arsip budaya, sehingga berbagai warisan sejarah dapat terdokumentasi dengan baik dan diakses oleh masyarakat luas dari berbagai penjuru dunia.


Selain peluncuran, juga diisi dengan pemutaran film bertema budaya serta diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pegiat sejarah dan budaya Aceh.


Forum ini menjadi ruang dialog yang produktif dalam merumuskan langkah-langkah penguatan ekosistem budaya di Aceh.


Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya terbatas pada benda fisik seperti situs sejarah dan artefak, tetapi juga mencakup bahasa sebagai bagian penting dari identitas daerah dan jati diri sebuah bangsa.


Tantangan pelestarian budaya saat ini semakin kompleks seiring dengan pengaruh urbanisasi, transmigrasi, dan perkembangan zaman yang turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak menjaga bahasa Aceh.


Sementara itu, Ketua Panitia, Al Kindi Mahlil Idham, menyampaikan bahwa kehadiran platform digital Galeri Budaya Aceh merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan dokumentasi sejarah di tengah perkembangan zaman.


“Melalui digitalisasi, benda-benda sejarah yang rentan hilang atau rusak dapat tetap terjaga dalam bentuk digital. Ini adalah langkah awal untuk memastikan warisan budaya Aceh tetap lestari,” ujarnya.//Redaksi.



Tags

Terkini

Di Aceh Barat ada Festival Nipah, seperti apa?

Senin, 14 September 2026 | 22:12 WIB

Aceh Barat peroleh TKD Rp68,1 miliar, simak realisasinya

Jumat, 11 September 2026 | 19:41 WIB

Bupati Aceh Barat hadiri South East Olympiad di Malaysia

Kamis, 10 September 2026 | 00:18 WIB

Pejabat Pemkab Aceh Barat sidak pasar, ada apa?

Selasa, 1 September 2026 | 17:44 WIB

Ini sosok Sekda Aceh Barat

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Hasil panen menurun dampak kemarau

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Aceh Barat butuh 800 rumah layak huni

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:53 WIB

HUT RI di Aceh Barat diwarnai lomba gerak jalan

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:17 WIB