“Hal-hal kecil seperti ini sangat berbahaya dan dapat memperparah kebakaran. Keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk. H. Mahdi Kari Usman, S.Pd, dalam tausiyahnya mengingatkan masyarakat agar tidak mengolok-olok prosesi ibadah Shalat Istisqa apabila hujan belum turun.
“Shalat Istisqa bisa dilakukan berkali-kali. Jangan mencemooh ibadah ini jika hujan belum turun, karena hakikatnya kita diperintahkan untuk terus berdoa dan berikhtiar,” ujarnya.
Tgk. Mahdi menekankan pentingnya taubat dan introspeksi diri sebagai kunci turunnya rahmat Allah SWT. Ia menyampaikan kisah dan hikmah bahwa dosa-dosa manusia dapat menjadi penghalang turunnya hujan dan keberkahan.
“Sekuat apa pun kita meminta hujan, jika hati belum benar-benar bertobat, maka rahmat Allah bisa tertahan. Namun setiap doa dan usaha kita tetap dicatat sebagai pahala oleh Allah SWT, karena Allah sangat mencintai hamba-Nya yang terus meminta dan berharap kepada-Nya,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk kembali kepada nilai-nilai agama, memperbanyak sedekah, menjaga ukhuwah, berbaik sangka antara sesama, serta menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan syariat.
“Marilah kita bersama-sama memperbaiki diri, menjaga lingkungan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semua ini menjadi bekal agar kita selamat di dunia dan akhirat,” pungkas Tgk. Mahdi.//Aentenews by RIO.