Sementara itu, Plt. Kepala SLB Negeri Meulaboh, Nur Fajar Amalia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif Lapas Kelas IIB Meulaboh yang ingin memperkuat kapasitas pegawainya dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Meulaboh yang peduli terhadap hak-hak disabilitas. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pegawai Lapas dapat memahami lebih dalam tentang dunia penyandang disabilitas / berkebutuhan khusus dan mampu memberikan pelayanan yang inklusif dan manusiawi,” ungkap Nur Fajar.
“Melihat semangat anak-anak di sini menjadi inspirasi bagi kami semua. Ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki potensi dan hak untuk dihargai,” tambahnya.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan di bidang pemasyarakatan. Ke depan, Lapas Kelas IIB Meulaboh berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak dalam mendukung program-program yang berorientasi pada pemajuan HAM serta pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.
Melalui sinergi antara Lapas Meulaboh dan SLB Negeri Meulaboh, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang lebih memahami, menghormati, dan menghargai perbedaan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam melayani sesama tanpa batas.//Pewarta: RIO