“Terengganu menunjukkan bahwa penerapan syariat tidak menghambat sektor wisata, justru menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” jelas Aduwina.
Selanjutnya sambutan, Rosalina Abdul Rahim, Pengarah Tourism Malaysia Medan Indonesia, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting menjelang pelaksanaan Visit Malaysia 2026.
“Malaysia dan Indonesia, khususnya Aceh, memiliki kedekatan sejarah dan budaya. Kerja sama dua negara di sektor pariwisata akan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ucap Rosalina.
Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata bukan sekadar hiburan, melainkan sumber ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat hubungan diplomatik, dan memperkenalkan warisan budaya kepada dunia.
“Tourism Malaysia mengalu-alukan rakan-rakan di Aceh dan seluruh Indonesia untuk turut serta memeriahkan Visit Malaysia Year 2026,” tambahnya.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M, dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran para tamu kehormatan dari Terengganu.
“Kehadiran Tuan-tuan dan Puan-puan sekalian adalah simbol persahabatan dan kolaborasi antar dua negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam,” kata Tarmizi.
Ia menegaskan bahwa pengembangan wisata di Aceh Barat harus tetap berlandaskan syariat Islam tanpa mengurangi nilai ekonomi dan daya tarik daerah.