Meulaboh (Aentenews) - Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) harus menjadi motor penggerak dalam membangun budaya cinta Al Quran di tengah-tengah masyarakat.
Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Aceh Barat di Meulaboh, Kamis, menurutnya pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada persiapan menjelang MTQ, tetapi harus berkelanjutan sejak usia dini.
"Harus ada prestasi yang kita capai. Karena itu, pembinaan harus diperkuat dan melibatkan semua pihak, termasuk dayah-dayah yang menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Qurani," ujar Tarmizi.
Ia juga mendorong agar program pembinaan Al Quran diperluas hingga ke lingkungan sekolah. Melalui program "LPTQ Masuk Sekolah", diharapkan seluruh siswa mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/MA mendapatkan pembinaan membaca Al-Qur'an secara intensif.
"Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Aceh Barat yang buta aksara Al Quran atau tidak mampu membaca Al Quran dengan baik. Pembinaan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pelajar," tegasnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatihan bagi qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta cabang-cabang MTQ lainnya agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga menerima berbagai masukan dari pengurus LPTQ terkait program pembinaan serta kondisi keuangan yang menjadi tantangan dalam pengembangan kegiatan keagamaan di daerah.