Meulaboh (Aentenews) - Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil menyebutkan Pemerintah kabupaten setempat telah menetapkan tujuh fokus pembangunan pada tahun 2026.
Tujuh fokus pembangunan itu masing-masing pengendalian inflasi daerah, penurunan kemiskinan ekstrim, percepatan penanganan stunting, peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan mitigasi bencana daerah, serta mendorong kemudahan berusaha dan hilirisasi industri.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil pada pembukaan rapat paripurna ke IX masa sidang ke III DPRK Aceh Barat tentang pembahasan dan penetapan rancangan qanun APBK Aceh Barat tahun anggaran 2026 di ruang sidang utama kantor DPRK pada Rabu (12/11).
Secara garis besar komposisi PBK Aceh Barat tahun anggaran 2026 yaitu, Pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 1.322.307.753.201, Belanja daerah direncanakan sebesar Rp 1.379.104.175.956 dan Pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 56.796.422.755, kata Said menjelaskan.
Sesuai hasil kesepakatan bersama Banmus DPRK, Pemkab Aceh Barat telah merampungkan proses input rincian APBK yang merupakan hasil pembahasan KUA dan PPAS tahun anggaran 2026 pada rapat paripurna beberapa waktu lalu, kata Said.
Rancangan APBK tahun anggaran 2026 kata Said merupakan implementasi dari kebijakan fiskal daerah, sekaligus mencerminkan gambaran dari berbagai program dan kegiatan yang harus bersinergi dengan kebijakan Pemprov Aceh maupun kebijakan pemerintah pusat.
"Penyusunan rancangan ini juga memperhatikan kondisi terkini, dimana alokasi dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian atau pemangkasan yang cukup signifikan," katanya.